Transfer Teknologi, INKA Gandeng Produsen Kereta Api Eropa

oleh
Airlangga Hartarto, Indonesia's Industry Minister, speaks during an interview with Reuters at his office in Jakarta, Indonesia July 20, 2018. Picture taken July 20, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

PT INKA (Persero) kembali meningkatkan daya saingnya untuk menjadi pemain global di industri kereta api. Yang terbaru, korporasi pelat merah ini melakukan kerja sama dengan Stadler Rail Group asal Swiss.

Stadler merupakan perusahaan kereta api skala global. Melalui kerja sama ini, PT INKA bisa mendapatkan transfer teknologi untuk kemajuan industri kereta api nasional.

“Kalau kita lihat, Stadler adalah salah satu player kereta api di Eropa, juga sebagai produsen nomor 4 di dunia. Ini menjadi momentum yang baik bagi PT INKA sehingga bisa saling memanfaatkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai mengunjungi kantor pusat Stadler Rail Group di Bussnang, Swiss, Jumat 25 Januari lalu.

Rencananya, dua korporasi ini akan bersinergi melalui pembangunan pabrik kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia milik PT INKA di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Jumlah investasi yang bakal digelontorkan mencapai Rp 30 triliun, dengan tahap awal yang dikucurkan senilai Rp 500 milliar.

Dalam kesepakatannya, PT INKA menyiapkan lahan seluas 84 hektare beserta bangunan. Namun untuk tahap pertama, digunakan seluas 12 Ha. Sementara itu, pihak Stadler menyediakan teknologi, mesin dan pasar.

Aksi korporasi ini diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja hingga 2.000 orang. Sementara dari sisi produksi di Banyuwangi ini, PT INKA bisa fokus di pasar berkembang seperti Bangladesh, India, Sri Lanka dan Filipina, sedangkan Stadler untuk memenuhi pasar seperti Singapura dan Australia.

“Dari kerja sama ini, diharapkan akan membuka akses pasar ekspor lebih luas lagi bagi keduanya, baik di Asean maupun regional, di mana masing-masing sudah punya jaringan,” kata Airlangga.

Nantinya, pabrik PT INKA di Banyuwangi nantinya siap memproduksi berbagai jenis kereta mulai dari light rail transit (LRT), metro, sampai yang kereta kecepatan tinggi. Bahkan, melalui penggunaan mesin canggih, pabrik ini mampu memproduksi 4 kereta per hari atau sanggup melampaui 1.000 kereta per tahun.

“Kami terus memacu industri perkeretaapian nasional agar dapat menguasai pasar domestik dan semakin berperan dalam supply chain industri perkeretaapian untuk pasar global,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia termasuk salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta api terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan studi perusahaan independen Jerman, PT INKA berada di posisi 22 dalam jajaran industri kereta api di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *