Eddy Ganefo: Pembiayaan Infrastruktur 2018 Bisa dari Pasar Modal

oleh

JAKARTA- Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona hijau pada posisi 6.194,49 menguat 3,856 poin atau 0,06 persen di akhir perdagangan tahun 2018.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo menilai, kinerja IHSG kali ini cukup baik di tengah kondisi perekonomian yang tengah dilanda ketidakpastian.

“IHSG kita berada pada angka 6.194 jadi menurut saya sebuah pencapaian yang bagus dan hijau. Yang penting hijau. Ditutup hijau,” ujar Eddy di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Eddy berharap, pembangunan infrastuktur nantinya bisa didanai dari pasar modal. Sebab dengan pembiayaan dari pasar modal, pembangunan infrastuktur bisa lebih cepat.

“Kita harapkan tentu saja nantinya pembangunan-pembangunan infstruktur yang 2019 akan banyak selesai seperti LRT, tol baik di Jawa maupun luar Jawa, nanti bisa di-back upĀ atau didukung dari pasar modal. Sehingga menjadikan kecepatan pembangunan jadi lebih depat lagi, akselerasi itu yang kita butuhkan dari pasar modal,” ujar Eddy.

Sementara itu, dari segi perekonomian secara makro, Eddy optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 5,2 persen. Begitu pula inflasi yang dipastikan bisa lebih rendah dari tahun lalu.

“Hanya angkanya di 3,0 berapa enggak tahu, yang pasti di bawah tahun lalu,” ujar dia.

Dia juga menyatakan pemerintah akan terus memunculkan berbagai kebijakan untuk menyederhanakan proses investasi terutama di sektor riil yang berorientasi ekspor. Sebab hingga saat ini, Indonesia masih harus menghadapi defisit neraca perdagangan yang pada November tercatat 2,05 miliar dollar AS.

“Akan banyak nantinya kita munculkan sekali lagi kebijakan-kebijakan yang makin menyederhanakan dan juga kebijakan-kebijakan yang semakin memberikan kepastian kepada investasi, kepada sektor usaha, kepada sektor riil terutama yang berorientasi eskpor,” Tukasnya. (FKV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *