Dirikan Technopark di Palembang, Eddy: Jadikan Palembang Pusat Pertumbuhan Ekonomi

oleh

Palembang- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo menjelaskan mengenai produk unggulan yang dapat menjadi lahan untuk mengais devisa di Palembang kepada Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang dalam acara yang digelar oleh Mata Kotaku. Senin (19/11).

“Ada 10 besar produk unggulan devisa, yakni kelapa sawit, pariwisata (turis asing), tekstil, migas, batubara, jasa TKI, elektronik, hasil kayu hutan, karet, sepatu dan sandal,” jelasnya saat ditemui di akhir acara, Senin (19/11).

Eddy mengingatkan mengenai sumber devisa negara yang terdiri dari 5 point, yaitu Ekspor, wisata mancanegara, investasi asing, pinjaman/hibah asing, dan TKI.

“Dalam Acara yang bertemakan Palembang kota 24 jam ini, menurut Eddy, untuk menjadikan kota 24 jam itu akan membutuhkan banyak aktor yang terlibat baik dunia usahanya, industrinya kemudian cendikiawannya dan paling mendasar adalah pemerintah sendiri,” katanya.

Mengingat saat ini telah memasuki Era Industri 4.0, Kadin Mengusulkan agar Palembang membangun techno park. Menurut Eddy, Technopark ini merupakan suatu kawasan terpadu yang menggabungkan dunia industri, perguruan tinggi, pusat riset dan pelatihan, kewirausahaan, perbankan, pemerintah pusat dan daerah dalam satu lokasi yang memungkinkan aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat.

“Technopark merupakan salah satu bentuk wadah untuk menghubungkan institusi perguruan tinggi dengan dunia industri,” jelas Eddy.

Diharapkan dengan adanya pengembangan kawasan berbasis teknologi ini nantinya akan mampu menjadi pusat dan pendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan di sekitarnya serta mampu bersaing di dalam dan luar negeri.

Berlangsungnya acara yang mengusung tema “The City That Never Sleeps Kota 24 Jam” ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mahasiswa tidak seperti yang banyak orang bicarakan, hanya bisa melakukan demo melainkan mereka juga peduli.

Acara ini dihadiri oleh Herlan Asfiudin (Babe), Ketua BPD PHRI Sumsel kemudian Liza Sako yang juga sebagai Tokoh Inspirasi 2018 dan sekaligus Pendiri Liza Sako Inspirated, Endang Weirono, Ketua DPD AREBI Sumsel dan Isnaini Madani Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang. (FKV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *