Kadin: Maksimalkan UMKM Sebagai Solusi Impor Jelang Lebaran

oleh
Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Tedi Aliudin (kemeja putih).

JAKARTA – Menjelang lebaran impor mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan nilai impor pada April 2018 sebesar 11,28 persen dibanding bulan sebelumnya. Jika dibanding April 2017, impor meningkat 34,68 persen.

Pada April 2108 barang konsumsi juga mengalami kenaikan 25,85 persen, seperti bawang putih (garlic) sebesar USD61,5 juta dari Tiongkok. Kemudian disusul daging beku yang mencapai 42,1 juta dari Australia.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Tedi Aliudin, Kondisi seperti ini seharusnya sudah dapat diantisipasi pemerintah, karena ini momen tahunan. Terutama produk-produk yang dapat diproduksi oleh pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), maka pemerintah harus maksimalkan UMKM.

“Asal dilakukan dengan fokus dan profesional. Misalnya bawang putih, negara kita memiliki lahan pertanian yang luas dan subur, yang seharusnya swasembada bawang putih dapat dicapai,” kata Tedi Aliudin atau akrab disapa Raden Tedi di kantor pusat Kadin Indonesia, Jl. Hos Cokroaminoto No 122, Menteng, Jakarta, Minggu (20/05/2018).

Selain itu, Raden Tedi juga menambahkan, untuk meningkatkan produktifitas dalam negeri, sudah saatnya pemerintah lebih serius membenahi pelaku usaha.  Tujuanya, agar dari tahun ke tahun produk import semakin kecil dan memperbesar eksport.

“Kementrian agar lebih dapat bekerjasama baik dalam kebijakan import maupun regulasi UMKM yang mendukung peningkatan pelaku usaha. Sudah saatnya ada kesamaan kebijakan dalam pengelolaan UMKM,  dan bila perlu membentuk lembaga bersama beberapa kementerian untuk mengurus UMKM,” pungkas Raden Tedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *